Reksadana dianggap sebagai instrumen investasi paling baik untuk pemula. Hal itu dikarenakan dana yang disimpan di reksadana dikelola oleh seorang manajer investasi yang berpengalaman.

Oleh sebab itu, berinvestasi di reksadana memiliki beberapa keuntungan bagi pemula, diantaranya terdiversifikasi otomatis, modal awal yang kecil dan mudah untuk ditambah dan dicairkan kapanpun.

Apa Itu Reksadana?

Secara sederhana di dalam reksadana masyarakat akan patungan untuk mengumpulkan dana. Setelah dana terkumpul maka seorang manajer investasi akan mengelola dana tersebut ke dalam sebuah portofolio.

Reksadana sendiri memiliki beberapa jenis apabila dilihat dari portofolio-nya. Ada reksadana pasar uang, ada pula pendapatan tetap, campuran, saham, terproteksi, penjaminan dan lain sebagainya. Selama pandemi Covid-19 ini ternyata peminat reksadana tidak berkurang dan justru bertambah.

Hal ini sesuai data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia yang mencatatkan kenaikan 30,50 persen jumlah investor reksadana di Indonesia pada periode Agustus 2019 hingga Agustus 2020. Jumlah investor reksadana yang tadinya hanya 1,77 juta orang naik menjadi 2,31 juta orang.

Hal itu membuktikan bahwa peminat masyarakat Indonesia untuk mencoba berinvestasi di reksadana cukup tinggi di tengah pandemi covid-19. Reksadana dianggap cukup aman untuk menyimpan dana investasi di masa pandemi ini karena bisa diambil kapanpun.

Baca juga:
Cara Memilih Saham Terbaik Agar Terhindar Dari Kerugian

Tips Investasi Reksadana

Apabila Anda tertarik untuk melakukan investasi di Reksadana dan baru akan mencobanya, sebaiknya Anda mencoba tips investasi reksadana untuk pemula berikut ini.

1. Kenali Manajer Investasi yang Mengelola Reksadana

Prospek sebuah reksadana berkaitan erat dengan bagaimana dana tersebut akan dikelola, yang tentunya sangat berkaitan dengan orang-orang di balik perusahaan manajer investasi yang mengelolanya. Oleh sebab itu, Anda perlu mencari tahu rekam jejak manajer investasi yang mengelola sebuah reksadana sebelum memutuskan berinvestasi disana.

Saat ini sangat mudah untuk mengetahui apakah manajer investasi yang kita cek pernah terlibat kasus atau pelanggaran hukum lainnya. Anda tinggal mencari informasi yang bersangkutan di google dan bila pernah ada kasus hukum, seharusnya ada beritanya.

Selain mengetahui track record manajer investasi yang mengelola reksadana, Anda juga perlu mengetahui jumlah dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) perusahaan manajer investasi tersebut.

Apabila perusahaan tersebut mengelola dana yang besar, berarti ada kepercayaan tinggi investor kepadanya. Ini juga berarti kinerja perusahaan tersebut tergolong lumayan, karena tidak mungkin banyak investor percaya kepada perusahaan yang kinerjanya buruk.

2. Mengetahui Acuan Performa Sebuah Reksadana

Melihat grafik historis tentang nilai sebuah reksadana secara bulanan hingga tahunan tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan performa sebuah reksadana. Anda harus melakukan perbandingan dengan menggunakan beberapa benchmark.

Anda bisa melihat kinerja sebuah produk reksadana beserta benchmark-nya di fund fact sheet produk reksadana tersebut. Akan tetapi agar lebih fair, sebaiknya Anda melakukan perbandingan secara mandiri. Membandingkan performa sebuah produk reksadana tidak terlalu sulit untuk dilakukan, bahkan oleh pemula sekalipun.

2.1 Reksa Dana Pasar Uang VS Bunga Deposito

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang 100% dananya diinvestasikan pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang tersebut diantaranya adalah Sertifikat Bank Indonesia, deposito dan obligasi yang jatuh temponya di bawah 1 tahun. Tipe reksadana ini memiliki resiko yang sangat rendah dan tergolong stabil dibandingkan jenis reksadana lainnya.

Baca juga:
Rekomendasi 4 Instrumen Investasi yang Cocok untuk Milenial

Satu-satunya cara untuk mengukur performa reksadana pasar uang adalah dengan membandingkannya dengan bunga deposito bank umum. Jika kenaikan nilai reksadana tersebut lebih rendah dari bunga deposito, berarti performa produk ini kurang begitu baik.

2.2 Reksadana Campuran VS Saham Dengan IHSG

Untuk mengukur performa sebuah produk reksadana campuran, bandingkanlah dengan performa IHSG. Ketika kinerja produk reksadana campuran mengalahkan performa IHSG secara konsisten, berarti produk reksadana tersebut tergolong bagus.

Pengukuran performa reksadana campuran dengan IHSG cukup akurat asalkan komposisi dana yang dikelola pada reksadana ini sebagian besarnya dalam bentuk saham.

2.3 Reksa Dana Pendapatan Tetap VS Indeks Obligasi

Untuk mengukur performa sebuah produk reksadana pendapatan tepat, bandingkanlah dengan Indeks Obligasi Korporat, indonesian indeks Obligasi Pemerintah atau Indonesia Composite Bond Index. Hal ini tergantung dari isi underlying asset dari produk reksadana pendapatan tetap tersebut.

Ketika sebagian besar underlying asset reksadana tersebut dalam bentuk obligasi pemerintah maka yang dijadikan pembanding adalah Indeks Obligasi Pemerintah. Namun ketika obligasi swasta lebih banyak menjadi underlying assetnya, maka kita bisa menjadikan Indeks Obligasi Korporat sebagai acuan.

3. Memperhatikan Sharpe Ratio

Ketika seseorang berinvestasi pada instrumen yang memiliki volatilitas tinggi, tentunya ia mengharapkan keuntungan yang tinggi pula. Share ratio dapat digunakan untuk melihat seberapa resikonya sebuah reksadana.

Sharpe ratio sendiri merupakan sebuah rasio yang membandingkan imbal hasil sebuah reksadana dengan risiko yang ada di dalamnya. Semakin tinggi sharpe ratio dalam sebuah produk reksadana, berarti semakin baik pula kinerjanya.

Pilihlah sebuah reksadana yang memiliki sharpe ratio positif, karena bila sampai sharpe rationya negatif berarti resikonya lebih besar dibandingkan dengan imbal hasilnya.

Walau begitu sharpe ratio ini tidaklah selalu sama, bisa saja sebuah reksadana yang memiliki sharpe ratio dengan nilai tinggi dalam 3 bulan tetapi dalam periode 1 tahun sharpe rationya negatif.

4. Tingkat Kerugian

Dalam sebuah reksadana terdapat drawdown, yang artinya tingkat kerugian maksimal yang dimiliki sebuah produk reksadana. Apabila sebuah reksadana memiliki nilai drawdown sebesar 20 persen dalam periode setahun, berarti reksadana tersebut pernah mengalami penurunan nilai sebesar 20 persen.

Produk reksadana campuran ataupun saham biasanya memiliki drawdown yang tinggi, sedangkan untuk reksadana pasar uang biasanya nilai drawdownnya ada di angka 0 koma sekian persen. Bahkan seringkali produk reksadana pasar uang memiliki nilai drawdown sebesar 0 persen.

5. Sesuaikan Reksadana Dengan Jangka Waktu Investasi

Ketika Andaingin berinvestasi dalam jangka pendek, pilihlah produk reksadana yang memiliki volatilitas rendah. Akan tetapi bila ingin berinvestasi untuk jangka panjang, Anda boleh memilih yang volatilitasnya tinggi karena mengharapkan keuntungan yang besar.

Apabila Anda berinvestasi dalam jangka 1-3 tahun, pilihkan reksadana pasar uang yang memiliki fluktuasi rendah. Untuk jangka menengah (3-5 tahun), Anda bisa mencoba memilih reksadana campuran dan pendapatan tetap.

Sementara untuk investasi dana panjang misalnya untuk pendidikan anak yang dibutuhkan 5 tahun mendatang, investasi pada reksadana saham boleh dicoba.

Itulah beberapa tips investasi reksadana untuk pemula yang perlu Anda ketahui. Sisakan penghasilan bulanan Anda untuk investasi karena dengan begitu Anda jadi memiliki dana di masa mendatang.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.