Bolehkah ibu hamil makan jengkol? Buat Anda pecinta jengkol yang sedang hamil tentu saja butuh penjelasan ini bukan? Ya, jengkol merupakan makanan tradisional Indonesia yang menggugah selera makan.

Tahukah Anda, seorang ibu hamil terkadang ingin makan jengkol. Jengkol terlihat begitu nikmat dan menggugah selera makannya, meski terkadang sebelum hamil ia tak suka jengkol. Apakah Anda sebagai suami akan mencegahnya? Lalu bagaimana jika istri Anda terus menerus minta jengkol saat hamil?

Manfaat Jengkol untuk Ibu Hamil

Meskipun aroma jengkol bau dan sulit dihilangkan, namun ternyata makanan ini juga mengandung nutrisi yang penting untuk tubuh.

Beberapa kandungan gizi pada jengkol diantaranya: kalori 20 kal, protein 3,5 gram, lemak 0,1 gram, hidrat arang 3,1 gram, kalsium 21 mg, fosfor 25 mg, besi 0,7 mg, vitamin C 12 mg, vitamin A 240 SI, vitamin B 0,1 mg, dan air 93 gram.

Kandungan nutrisi ini dibutuhkan oleh tubuh terlepas dari bahaya lain yang bisa diakibatkan makan jengkol berlebih.

Dari kandungan jengkol tersebut, terlihat beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika ibu hamil mengkonsumsinya:

  • Melancarkan sembelit ibu hamil, dengan kandungan vitamin C yang ada pada jengkol akan membuat pencernaan ibu hamil menjadi lebih lancar.
  • Kandungan kalsium dalam jengkol dibutuhkan ibu hamil untuk pertumbuhan tulang dan gigi, baik untuk janin maupun cadangan kalsium di tubuh ibu yang mungkin bisa diambil oleh janin.
  • Kandungan zat besi dalam jengkol juga membantu mengatasi masalah anemia yang sering dirasakan oleh ibu hamil.
  • Cita rasa selera, ini terkadang muncul karena dalam keadaan morning sick seorang ibu hamil sering memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Sebagian makanan terasa eneg dan menyebabkan mual. Sepiring kecil sambal jengkol terlihat begitu menggugah selera dan bahkan terkadang menjadi keinginan yang sangat oleh seorang ibu hamil.

Apa yang Menyebabkan Jengkol Dilarang Dikonsumsi?

Apa yang menyebabkan orang dilarang makan jengkol dalam jumlah banyak? dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU seorang dokter dari RS Mayapada Lebak Bulus menyatakan tentang alasan ini. Dalam penelitiannya, ia melakukan pengamatan terhadap senyawa asam jengkolat yang terkandung dalam jengkol.

Senyawa tersebut berbentuk kristal. Sifatnya sama dengan uric acid atau asam urat, dimana dalam konsentrasi tinggi akan membentuk kristal-kristal dalam urine.

Baik pada ibu hamil maupun orang yang tidak hamil, dilarang mengkonsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan karena alasan ini. Dalam jumlah yang banyak, kristal dalam urin akan menyebabkan seorang sulit buang air kecil dan kemih terasa sakit. Jumlah asam jengkolat dalam satu butir buah jengkol biasanya 1-2 % dari nilai berat jengkol tersebut.

Jadi semakin banyak jengkol yang Anda makan, maka pembentukan kristal asam jengkolat akan semakin tinggi. Bukan hanya membahayakan kehamilan namun juga orang yang tidak hamil pun akan berbahaya karena kondisi ini.

Kristal asam jengkolat ini dapat menyebabkan luka pada dinding saluran kemih. Biasanya akan menimbulkan efek urine berdarah pada penderitanya. Selain itu, kristal ini juga merusak fungsi ginjal hingga resiko terjadinya gagal ginjal pada pengkonsumsi jengkol dalam jumlah banyak dan terus menerus.

Kasus keracunan asam jengkolat ini biasanya dilakukan penanganannya oleh dokter dengan menggunakan bantuan obat-obatan dan pemberian cairan khusus.

Jadi Kesimpulannya, Bolehkan Ibu Hamil Makan Jengkol?

Secara pasti memang belum ada penelitian yang secara jelas melakukan riset tentang bahaya jengkol bagi ibu hamil. Namun demikian, dengan melihat bahaya yang ditimbulkan dari senyawa asam jengkolat dalam jengkol, yang bisa dilakukan adalah mengatur jumlah makanan jengkol yang masuk ke dalam perut pada saat hamil.

Pada saat ibu hamil benar-benar ingin mengkonsumsi masakan jengkol, cukup mengkonsumsi 1-3 keping saja. Itu pun jika ibu hamil tak memiliki riwayat keracunan jengkol atau masalah urin yang disebabkan oleh jengkol.

Mengenai manfaat lain yang ada pada jengkol, masih bisa didapatkan dari sumber-sumber makanan lainnya yang juga memiliki nutrisi yang sama.

Makanlah jengkol dalam jumlah terbatas sekedar untuk memenuhi selera dan rasa ingin yang kuat. Hal ini bukan hanya untuk ibu yang sedang hamil, bahkan orang normal pun semestinya membatasi konsumsi jengkol untuk kesehatan tubuh.

Saat mengkonsumsi jengkol pada wanita hamil juga perlu sedikit hati-hati, selain efek asam jengkolat juga bisa menyebabkan terjadinya diare karena faktor kelebihan vitamin C dan alergi pada tubuh. Terutama jika sebelumnya Anda jarang mengkonsumsi jengkol sebelum hamil, hal ini penting diperhatikan dan diantisipasi.

Efek Bau yang Ditimbulkan Jengkol, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Orang tua biasanya melarang anaknya yang sedang hamil untuk mengkonsumsi jengkol karena alasan bau jengkol yang tak baik untuk kehamilannya. Hal ini tidak benar, karena soal bau, siapapun yang mengkonsumsi jengkol tentu urine nya akan bau dan menyebabkan masalah kebersihan di kamar mandi. Lalu bagaimana solusinya?

Jika Anda hanya mengkonsumsi 1-3 keping jengkol, tentu baunya akan lebih cepat diatasi dengan menggunakan pembersih lantai. Namun ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan aroma jengkol yang bau tersebut pada saat kita makan.

Seorang pakar nutrisi, Leona Victoria Djajadi MND menjelaskan, bila memang sangat ingin makan jengkol namun tak mau aroma baunya dirasakan melalui urine yang keluar, ada satu tips mudah untuk hal tersebut.

Caranya, dengan mengkonsumsi minuman vitamin B kompleks setelah mengkonsumsi jengkol. Tujuannya agar vitamin B yang ada dalam jengkol dapat larut bersama dengan vitamin B kompleks sehingga bau yang ada bisa lebih dinetralisir. Efek aroma asam jengkolat pun bisa lebih dicegah.

Meskipun bahaya jengkol bagi ibu hamil cukup jelas, termasuk orang yang tak hamil sekalipun, namun faktanya masih banyak kita lihat orang yang secara rutin memasak jengkol di rumahnya karena alasan selera. Aneka olahan jengkol yang menggugah selera pun dibuat, mulai dari sambal jengkol, semur jengkol, rendang jengkol, gulai jengkol dan sebagainya. Dengan harga yang mahal di pasaran pun makanan ini tetap laris manis dan diminati orang.

Lalu bagaimana jika pada saat hamil Anda terpaksa harus makan jengkol 1-3 keping?

Untuk membantu mencegah efek buruk dari asam jengkolat yang masuk ke dalam tubuh, minumlah air putih dalam jumlah banyak untuk menjaga kondisi ginjal Anda. Jangan jadikan jengkol sebagai makanan rutin, cukup sekali saja karena masalah selera yang tak tertahan.

Sudah cukup jelas bukan, bolehkah ibu hamil makan jengkol? Boleh jika konsumsinya terbatas dan tidak dijadikan makanan rutin. Bahaya yang ditimbulkan oleh asam jengkolat jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang ada dalam makanan ini.

Sebab sumber nutrisi yang ada di jengkol masih bisa didapatkan dari sumber-sumber makanan yang lain, yang tidak memberikan efek buruk seperti jengkol.

Gambar / Id.wikipedia.org

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.