Menulis karya ilmiah tentu harus didukung oleh sumber yang relevan dan kuat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kemudian hari. Anda dapat mengambil sumber tertulis secara langsung atau digital agar tulisan tersebut layak disebut sebagai karya tulis ilmiah.

Oleh sebab itu, dibutuhkan fitur catatan kaki agar referensi yang diambil dapat diketahui oleh pembaca secara langsung. Berikut pengertian, fungsi, tujuan, serta cara menuliskan catatan kaki dari jurnal.

Mengulik Catatan Kaki (Footnote) untuk Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah ditulis dengan acuan suatu sumber atau fenomena yang diperkuat dengan pendapat orang lain. Hal tersebut bisa dibuktikan berupa tulisan, kutipan, atau komentar dengan cara penulisan yang telah ditentukan.

Setelah itu, Anda perlu menuliskan sumbernya secara jelas agar pembaca dapat merujuknya secara langsung. Dengan begitu, kutipan itu bisa jadi salah satu penguat tulisan Anda yang ditandai sebagai tulisan dengan kredibilitas tinggi.

Sumber dari kutipan yang telah diambil itulah yang disebut catatan kaki. Anda bisa membubuhkan referensi tersebut di bagian bawah karangan di tiap halamannya agar dapat diakses secara langsung. Biasanya ditulis di bagian footer suatu halaman karya tulis, dengan format yang telah ditentukan.

Pada umumnya, footnote ini memakai penomoran yang urut untuk satu kesatuan karya tulis sehingga tidak menulisnya ulang dari awal di tiap babnya.

Catatan kaki ini terdiri atas dua jenis dengan penggunaan berbeda, yaitu catatan kaki konten dan sumber suatu kutipan.

Footnote yang berupa konten biasanya dipakai sebagai salah satu cara untuk menjelaskan atau menambahkan informasi. Dengan begitu, para pembaca tidak akan kebingungan saat memahami suatu tulisan. Letaknya pun tetap di bawah agar tulisan Anda tidak terdapat tambahan informasi lain yang sifatnya hanya sebagai penjelas.

Jenis kedua, yaitu footnote sebagai sumber suatu kutipan. Tidak jarang, Anda perlu suatu kutipan untuk memperkuat tulisan atau pendapat. Kutipan ini bisa diambil dari buku, jurnal, atau media lainnya. Dengan begitu, setiap penulis harus menuliskan sumber tersebut agar hasil karya tulisnya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Selain itu, sumber ini juga berfungsi sebagai bukti bahwa Anda bukan salah satu pelaku plagiasi karya orang lain.

Ciri Ciri Catatan Kaki yang Perlu Diketahui

Ada beberapa ciri yang harus Anda ketahui, yaitu cara penomoran setiap footnote yang dipakai secara berurutan di seluruh makalah atau karya tulis. Anda bisa mendata setiap catatan kaki yang perlu ditambahkan agar tidak ada yang terselip.

Setelah itu, pastikan tidak mendaftar ulang nomor yang telah dipakai di setiap halaman. Hal tersebut juga dapat menunjukkan jumlah sumber atau rujukan yang Anda pakai untuk satu jenis karya tulis tersebut.

Baca juga:
Wajib Tahu! Cara Membuat dan Menulis Nomor Surat Secara Benar

Selain menggunakan sistem penomoran urut, Anda juga harus memperhatikan letak dari footnote ini. Terdapat tiga halaman yang bisa dibubuhi catatan kaki, yaitu halaman uraian, di akhir suatu bab, dan akhir karangan.

Setiap penulis harus memahami ciri ini agar tidak salah saat menuliskannya, seperti di awal bab yang cukup mengganggu bila dibaca. Hal ini juga mengacu pada kenyamanan pembaca saat mengulas ulang tulisan Anda.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa letak penulisan catatan kaki terdiri atas tiga bagian. Pertama di halam uraian yang biasanya dipakai oleh penulis skripsi, tesis, disertasi, buku, atau karya ilmiah lainnya.

Sedangkan footnote yang dibubuhkan di akhir bab biasa dipakai saat menuliskan karya populer. Bentuknya yang berbeda dengan karya ilmiah, membuat bahasa yang digunakan serta topik pembahasannya pun tidak sama.

Anda juga bisa menuliskan catatan kaki di bagian akhir dari suatu karangan, sehingga seluruh sumber kutipan atau keterangan tambahan ditulis jadi satu halaman.

Hal ini biasa dipakai saat Anda menuliskan artikel untuk surat kabar, jurnal, majalah, laporan tanpa ada bab, atau esai dalam kumpulan esai. Dengan begitu, seluruh referensi yang dipakai dapat dilihat jadi satu dalam satu daftar agar para pembaca dapat mengetahuinya secara langsung.

Beberapa ciri lainnya mengacu pada tata cara penulisan, seperti jarak tiga spasi dari naskah halaman yang sama. Dengan begitu, tampilan naskah akan jauh lebih rapi dan tidak tampak berdekatan. Selain itu, jarak antar footnote diberi satu spasi agar pembaca mudah saat membacanya.

Pengetikan catatan kaki yang lebih dari dua baris diatur dengan jarak satu spasi. Tak lupa untuk mengatur tulisan referensi tambahan ini sejajar dengan margin naskah.

Beberapa karya tulis ilmiah memerlukan footnote, sehingga harus memperhatikan jenis jenis penulisannya. Bila Anda menulis karya tulis dengan bab, maka setiap bab dimulai dari nomor urut satu. Dengan begitu, setiap bab memiliki jumlah catatan kaki yang berbeda beda.

Lain halnya dengan laporan yang ditulis tanpa bab, karena footnote ditambahkan di bagian akhir karangan. Hal itu bertujuan agar penulisan rapi dan mudah untuk dicari oleh pembaca.

Fungsi Catatan Kaki Secara Umum

Fungsi dari referensi karya tulis ini cukup banyak, tetapi secara umum terdiri atas lima hal.

Pertama, berfungsi sebagai penunjuk yang berkaitan dengan sumber kutipan di dalam suatu teks.

Anda perlu menulis sumber dari kutipan yang dipakai agar sebagai bukti bahwa Anda tidak hanya mengutarakan pendapat. Melainkan juga berdasarkan pada suatu penelitian atau pendapat para ahli yang telah lebih dulu mengkaji topik serupa.
Tak hanya bertujuan sebagai sumber dari kutipan, catatan kaki juga berfungsi sebagai suatu penjelas dari istilah yang belum diketahui banyak orang. Pembaca karya ilmiah Anda berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda beda, sehingga sangat penting menjelaskan istilah asing di dalamnya.

Hal tersebut dapat membuat tulisan Anda disukai dan mudah dibaca oleh banyak orang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh banyak orang.
Fungsi ketiga dari footnote, yaitu berfungsi memperjelas suatu penafsiran mengenai suatu hal. Beberapa kondisi menyebabkan Anda tidak dapat memaparkan terlalu panjang di bagian pembahasan. Oleh sebab itu, memerlukan penjelasan tambahan yang dapat Anda bubuhkan di bagian footer naskah.

Para pembaca pun akan semakin dimudahkan dengan adanya penjelasan lebih lanjut mengenai suatu istilah asing yang sebelumnya belum dipahami.
Fungsi dari catatan kaki yang tidak kalah penting, yaitu membedakan data Pustaka dengan keterangan tambahan. Sering kali penulis keluar dari topik bahasan dan justru memberikan penjelasan yang melebar.

Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan footnote di bagian akhir atau di bawah naskah agar tidak terjadi. Penulisan ini juga bertujuan agar data utama tidak campur aduk dengan keterangan tambahan yang sifatnya sebagai memperjelas istilah di dalamnya.
Sebagai penulis, Anda perlu menuliskan catatan kaki sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada sumber yang dirujuk. Hal ini mengacu pada jenis footnote yang berisi referensi mengenai rujukan kutipan. Oleh sebab itu, penulisan sumber ini berkaitan dengan cara yang dipakai untuk menulis kutipan pada kalimat langsung.

Selain itu, Anda juga telah mengambil langkah pencegahan plagiasi yang saat ini sering dilakukan oleh penulis tidak bertanggung jawab.

Tujuan Penulisan Catatan Kaki

Selaras dengan fungsi yang diusung oleh catatan kaki, tujuan penulisan penjelasan di bagian bawah naskah ini terdiri atas empat hal. Tujuan utamanya menjadi salah satu pembuktian dari rujukan yang dipakai sangat valid dan kredibel.

Tulisan ilmiah yang berkualitas tentu tidak hanya mengandalkan opini seseorang atau pribadi. Anda perlu menyusun bukti dari pendapat atau paparan Anda agar tulisan tersebut dapat dipercaya oleh banyak orang.
Tak hanya bertujuan sebagai pembuktian, penulisan footnote ini juga jadi salah satu wujud hutang budi terhadap sumber utama. Anda tidak dapat menuliskan penelitian lanjutan bila tidak ada dasar pemikiran dari sumber utama.

Dengan begitu, pendapat atau hasil olah pikir dari sumber utama ini sangat penting dan dapat mempengaruhi hasil akhir penelitian Anda. Oleh sebab itu, penulisan catatan kaki ini sangat penting sebagai penghargaan tertulis.
Tujuan lain yang perlu diperhatikan, yaitu catatan kaki ditulis untuk menyampaikan suatu keterangan tambahan yang berperan memperkuat uraian. Bahkan Anda juga dapat memberi pandangan yang bertentangan mengenai suatu hal di bagian ini.

Tak hanya pendapat yang mendukung suatu hipotesis, tetapi pertentangan juga bisa dipakai. Akan tetapi, tidak lupa untuk menarik simpulan dan memberikan pandangan akhir yang dianggap benar dan dipakai sebagai acuan.
Poin terakhir dari tujuan footnote, yaitu merujuk bagian lain dari suatu karya tulis ilmiah. Anda bisa menuliskan catatan kaki untuk merujuk ke halaman lain, baik sebelum maupun sesudahnya. Dengan begitu, Anda tak perlu menuliskan ulang pendapat atau tulisan yang telah dipaparkan di halaman lain.

Hal tersebut mempermudah Anda dalam proses penulisan karya tulis ilmiah, sehingga bisa lebih hemat waktu, tenaga, dan tulisan pun tidak bertele tele.

Cara Mudah Penulisan Catatan Kaki Karya Tulis

Cara yang akan dipaparkan berikut ini mengacu pada catatan kaki yang berisi referensi atau sumber suatu kutipan. Format yang dipakai untuk menuliskannya hampir sama dengan cara yang dipakai untuk menuliskan daftar rujukan.

Pada bagian ini akan lebih fokus pada footnote yang dipakai untuk menambahkan rujukan mengenai suatu kutipan, terutama kutipan langsung. Dengan begitu, Anda tidak perlu membuka daftar rujukan untuk mencari sumber utamanya.

Rujukan yang dipakai untuk membuat suatu tulisan ilmiah dapat berasal dari hardcopy, yang berupa buku, koran, majalah, atau jurnal yang telah dicetak. Akan tetapi, di era digital saat ini para penulis juga bisa mengambil referensi yang diterbitkan secara digital.

Kedua referensi ini memiliki kredibilitas yang sama, tetapi Anda harus bisa memilih sumber yang terpercaya. Sumber digital ini tersedia cukup banyak, tetapi harus selektif saat akan memakainya.

Sumber tercetak dan digital dapat dipakai sebagai referensi yang memperkuat argumen, tetapi harus dibedakan saat menulis catatan kaki. Anda perlu memperhatikan cara yang tepat dari kedua jenis tersebut karena memiliki format yang cukup berbeda.

Hal tersebut disebabkan oleh adanya link tempat penerbitan jurnal digital yang bertindak sebagai pemilik hak cipta. Anda perlu membubuhkannya agar tidak tergolong penulis yang menduplikasi karya orang lain.

Cara pertama untuk jurnal cetak, yang sering kali dipakai sebagai rujukan utama karena sudah banyak jurnal tercetak yang bisa Anda akses. Pertama, Anda perlu menuliskan nomor catatan kaki, lalu disertai nama penulis yang diawali huruf besar dengan format normal.

Setelah itu, disusul judul jurnal yang diawali dan diakhiri tanpa petik serta dicetak miring. Tak lupa menambahkan nama jurnal, volume dan nomor jurnal, tahun terbit, serta halaman yang dikutip. 

Contoh:

5 Alvin Redcostner, “Rencana Kegiatan Pasca Tambang Pada Izin Usaha Pertambangan”, Jurnal Lingkungan Vol. 21 No. 12, 2018, Hal 2.
Sedangkan untuk jurnal digital perlu ada beberapa tambahan yang tidak boleh dilewatkan. Anda perlu menuliskan nama penulis dengan format nama belakang lebih dulu, lalu diberi tanda koma dan ditutup nama depan.

Setelah itu, tambahkan bulan dan tahun jurnal digital tersebut diterbitkan, judul jurnal dengan format yang sama dengan sebelumnya, nama penerbit, URL jurnal digital, dan tanggal jurnal tersebut diakses.

Contoh:

Redcostner, Alvin. Oktober 2018. “Rencana Kegiatan Pasca Tambang Pada Izin Usaha Pertambangan”. Jurnal Lingkungan. Vol. 21, No. 12 https://pubchin.com/jurnal-lingkungan. 15 Maret 2020.

Penulisan nama penulis jurnal dari kedua format tersebut memang berbeda. Jurnal digital memakai format yang diterapkan oleh daftar pustaka, sehingga harus menuliskan nama belakang lebih dulu. Untuk pemenggalan setiap kategori, Anda hanya perlu memakai tanda koma agar pembaca lebih mudah membacanya.

Tak jarang, jurnal cetak tidak disertai halaman atau nomornya hilang, maka Anda bisa menuliskannya dengan “Tanpa Halaman”.

Tips Memilih Jurnal yang Berkualitas

Jurnal yang bisa Anda akses melalui internet terdapat empat jenis, yaitu jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, dan jurnal internasional bereputasi.

Keempat jenis ini menyediakan beberapa rujukan yang kredibel, bergantung pada topik dan penulis setiap karya tulis. Anda bisa memilih referensi melalui laman resmi suatu institusi atau jurnal itu sendiri dan pastikan memilih jurnal yang disertai index yang terpercaya.

Salah satu cara untuk mengakses jurnal berkualitas, yaitu Anda bisa memanfaatkan fasilitas dari perguruan tinggi yang telah berlangganan jurnal. Selain itu, Anda juga bisa mengakses secara pribadi melalui link index ISI dan Scopus.

Kedua index ini memastikan jurnal yang lolos dari tahap seleksi dan berhasil dimuat telah melalui pemeriksaan secara mendalam. Dengan begitu, kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi dari segi sumber, isi, serta topik yang diusung.

Terdapat dua jenis jurnal yang bisa Anda pilih, yaitu nasional atau internasional yang pastinya memakai bahasa Inggris. Anda bisa mengakses beberapa jurnal secara bebas dengan cara yang sangat mudah. Cukup ketik nama jurnal yang Anda inginkan melalui mesin pencarian google.

Setelah muncul jurnal yang dimaksud, maka cukup ketikkan kata kunci yang ingin cari di bagian pencarian lalu artikel atau karya tulis terkait akan muncul di halaman pencarian Anda.

Seluruh artikel atau karya tulis yang pernah dimuat di dalam jurnal tersebut akan muncul, sehingga bisa Anda pilih secara acak. Akan tetapi, tak lupa untuk membatasi rentang tahun yang akan diakses. Cukup akses artikel atau karya tulis ilmiah hingga lima tahun ke belakang agar topik pembahasan tetap relevan dan terkini.

Selain itu, setiap teori yang dipakai tentu akan berkembang mengikuti perkembangan zaman sehingga Anda memakai rujukan yang terbaru.

Menulis karya tulis ilmiah memang tak bisa sembarangan karena setiap argumen harus dibuktikan dengan kutipan dari sumber lain. Kutipan ini bisa diakses melalui jurnal cetak atau digital yang saat ini dapat dicari dengan mudah.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.