Bagi seorang yang memiliki kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun motor, diwajibkan memiliki BPKB atau Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor.

Biasanya dokumen ini diberikan kepada pemilik waktu proses pembelian. Namun dalam beberapa kondisi pemilik kendaraan yang berhak atas dokumen tersebut, adakalanya tak bisa mengambilnya secara langsung sehingga harus diwakilkan kepada orang lain. Berikut akan diulas contoh surat kuasa untuk pengambilan BPKB.

Pengertian dari BPKB

Secara umum Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atau BPKB merupakan buku yang dikeluarkan / diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polisi Republik Indonesia (Satlantas Polri) sebagai bukti kepemilikan kendaraan bermotor.

BPKB memiliki nilai yuridis, yang berarti mempunyai kekuatan hukum dan bisa dijadikan sebagai alat bukti apabila pemegangnya bersangkutan dengan suatu masalah hukum tertentu.

Tak hanya itu BPKB juga memiliki nilai ekonomis, maksudnya dalam beberapa transaksi keuangan di lembaga keuangan tertentu dokumen ini bisa digunakan sebagai jaminan ataupun agunan. Dalam pembuatannya, dokumen BPKB terdiri dari sepuluh dasar hukum yang melatarbelakanginya.

Tujuan dalam pembuatan BPKB ini berkaitan dengan pelaksanaan tugas dari anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menciptakan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kehadiran BPKB ini juga bisa memudahkan para petugas saat melakukan penyelidikan ataupun penyidikan, terhadap kasus pelanggaran atau kejahatan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor. Terlepas dari itu BPKB juga bisa menjadi salah satu dokumen yang digunakan untuk melindungi atau mencegah untuk orang orang yang tak bertanggung jawab menyalahgunakan BPKB ini.

Fungsi BPKB

Dalam laman resmi polri.go.id telah dijelaskan bahwa fungsi dan peranan dari Buku Pemilik Kendaraan Bermotor ini, yaitu:

Semua jenis kendaraan bermotor yang sudah terdaftar dan mempunyai STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) untuk suatu kendaraan bermotor. Baik kendaraan tersebut dalam keadaan berjalan atau dalam keadaan rusak, diharuskan memiliki BPKB sebagai tanda pengenal kendaraan bermotor.

Kemudian fungsi selanjutnya ialah BPKB dapat disamakan dengan Certificate of Ownership yang disempurnakan serta merupakan dokumen penting yang harus disimpan baik baik oleh yang bersangkutan.

Tak hanya itu, BPKB juga akan mempertinggi daya guna dari tata cara administrasi pendaftaran kendaraan bermotor. Disamping meningkatkan layanan umum, dimanfaatkan juga untuk menyempurnakan cara pengawasan.

Cara pengawasan yang dimaksud tersebut yaitu terhadap pemasukan keuangan negara non pajak atau PNBP, kepemilikan kendaraan bermotor, maupun kegiatan administrasi lainnya.

Peranan yang terakhir yaitu BPKB dapat dijadikan sebagai jaminan atau tanggungan dalam pinjam meminjam berdasarkan kepercayaan yang ada di masyarakat sekitar. Dengan begitu dokumen ini memiliki nilai yang sangat penting untuk dijaga sebaik mungkin.

Spesifikasi Teknis BPKB

Spesifikasi teknis serta pengadaan dokumen BPKB ini ditetapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia atau Polri. BPKB memiliki bentuk layaknya buku yang berukuran 17 x 12 cm, dengan lembar kulit berwarna biru tua dan tulisannya yang memiliki warna putih perak serta dibubuhi nomor BPKB.

Dokumen resmi ini terdiri atas 22 halaman yang menjelaskan mengenai dasar hukum serta kepemilikan kendaraan bermotor dengan warna dasar keabu abuan. Untuk bisa mencegah pemalsuannya, maka BPKB ini telah dilengkapi dengan tanda air (watermark), serat warna warni yang tak kasat mata / invisible fibre, dan benang pengaman hologram.

Isi dari dokumen BPKB meliputi identifikasi kendaraan bermotor, keterangan kepabeanan, pendaftaran polisi. Hingga catatan perubahan pemilik kendaraan bermotor, catatan pelunasan pajak atau BBN, termasuk catatan pejabat Polisi Lalu Lintas, serta keterangan lainnya.

Sementara untuk komponen yang dimiliki oleh BPKB ini terdiri dari blanko BPKB, formulir permohonan, kartu induk BPKB, buku register, formulir tanda periksa, formulir permohonan mutasi, serta brosur.

Dokumen resmi tersebut berisi semua data identifikasi kendaraan bermotor yang meliputi nomor polisi, tahun pembuatan, merk dan tipe, nomor rangka, nomor mesin, dan asal usul kendaraan. Asal usul tersebut meliputi negara pembuat, cara impor, nama perusahaan penjual atau dealer, dan nama pembeli atau pemilik.

Buku resmi kendaraan bermotor ini juga memuat beragam data mutasi lainnya yakni apabila kendaraan berganti kepemilikan, nomor polisi, atau apabila kendaraan tersebut mengalami modifikasi ataupun diubah cirinya. Semua hal tersebut diisi oleh pihak Kepolisian.

Cara Mengurus BPKB Kendaraan Baru

Dalam cara pengurusan BPKB kendaraan baru ini harus bisa dipahami oleh setiap pembeli yang telah melakukan transaksi.

Dikarenakan hal tersebut akan sangat berguna untuk melakukan pengurusan dan pengambilan surat BPKB di kemudian hari. Biasanya apabila seseorang membeli suatu kendaraan bermotor yang baru secara tunai, mereka akan dilengkapi dengan surat BPKB dan STNK sekaligus sebagai tanda kepemilikan kendaraan yang sah.

Penerbitan beberapa dokumen resmi tersebut dibantu oleh pihak dealer secara langsung, sehingga akan memudahkan kita. Pada penerbitan dokumen resmi BPKB ini umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu kendaraan bermotor atau ranmor yang dirakit dan diproduksi di dalam negeri serta kendaraan bermotor yang proses perakitan serta produksinya berasal dari impor atau luar negeri.

Penerbitan BPKB untuk kendaraan bermotor yang dirakit di dalam negeri tentu saja akan membutuhkan proses yang lebih singkat dibandingkan dengan kendaraan bermotor impor. Karena penerbitan BPKB pada kendaraan bermotor yang impor harus dimulai dari surat pemberitahuan impor barang, hingga surat hasil penelitian keabsahan surat pengimporan kendaraan bermotor.

Perbedaan antara BPKB Lama dan Baru

Dokumen BPKB memiliki 10 halaman dan hanya ada satu nama pemilik, jika terdapat balik nama maka diganti dengan BPKB yang baru. Hal tersebut tentunya berbeda dengan model BPKB sebelumnya, karena meskipun sudah ganti nama pemilik namun BPKB tetap sama dan tak ada perubahan.

Oleh karena itu kini pihak Kepolisian merancang BPKB dengan bentuk yang baru, untuk meminimalisir pemalsuan dokumen penting satu ini. Pada dokumen BPKB yang terbaru terdapat pencantuman NIK atau biasa disebut Nomor Induk Kependudukan di KTP si pemilik yang masih berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pemalsuan dokumen BPKB.

Oleh sebab itu pihak dealer akan meminta KTP asli atau fotocopy KTP terjelas, karena jika tidak jelas maka dokumen tersebut akan ditolak oleh pihak Samsat setempat.  Kemudian di BPKB terbaru untuk kolom pengisian pergantian Nomor Polisi, maupun Mutasi atau Balik Nama Pemilik hanya dibatasi hingga tiga lembar saja.

Sementara pada BPKB jenis lama bisa mencapai enam lembar. Hal satu ini merupakan terobosan terbaru dari Samsat, agar BPKB bisa digunakan oleh si pemilik sebaik mungkin. Apabila lembaran tersebut telah habis terisi, maka harus segera diganti dengan BPKB kedua atau yang baru.

Informasi Penting dalam Surat Kuasa Pengambilan BPKB

Dalam contoh pembuatan surat kuasa untuk pengambilan BPKB ini terdapat beragam informasi yang harus tercantum di dalamnya. Hal pertama yang harus tercantum dalam surat kuasa ialah informasi pemberi kuasa.

Pemberi kuasa yang dimaksud adalah orang yang memiliki hak atas dokumen BPKB yang melimpahkan kuasanya kepada orang lain untuk mengambil dokumen tersebut.

Informasinya meliputi nama, NIK atau Nomor Induk Kependudukan, serta alamat yang bersangkutan. Kemudian hal kedua yang harus tercantum dalam surat kuasa ialah informasi mengenai penerima kuasa. Yang dimaksud dengan penerima kuasa adalah orang yang diberikan kuasa untuk mengambil dokumen BPKB milik pemberi kuasa.

Informasinya meliputi nama lengkap penerima kuasa, NIK atau Nomor Induk Kependudukan, serta alamat. Tak cuma pemberi dan penerima kuasa saja, dalam surat kuasa pengambilan BPKB ini juga harus ada informasi mengenai kendaraan bermotor.

Informasinya meliputi jenis kendaraan, nomor kendaraan, warna kendaraan, dan nomor mesin kendaraan. Setelah menuliskan keterangan tersebut secara lengkap, maka berikutnya pemberi kuasa dan penerima kuasa harus membubuhkan tanda tangan diatas materai sebagai tanda keaslian surat kuasa.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB

Tanpa perlu berlama-lama lagi. Berikut ini ada beberapa referensi terkait yang bisa kita unduh dan gunakan untuk membuat surat kuasa pengambilan BPKB. Silakan simak dan cermati sesuai kebutuhan Anda.

1. Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor di Leasing

Download Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor di Leasing

2. Surat Kuasa Pengambilan BPKB Bermaterai

Download Surat Kuasa Pengambilan BPKB Bermaterai

3. Surat Kuasa Pengambilan BPKB Mobil Perusahaan

Download Surat Kuasa Pengambilan BPKB Mobil Perusahaan

4. Surat Kuasa Pengambilan BPKB Mobil Pribadi

Download Surat Kuasa Pengambilan BPKB Mobil Pribadi

5. Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor Cicilan

Download Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor Cicilan

Dokumen BPKB atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor ini sama pentingnya dengan STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Oleh karena itu kedua dokumen tersebut harap disimpan sebaik mungkin, agar bisa berguna di kemudian hari jika terdapat suatu kesalahan.

Untuk surat kuasa pengambilan BPKB yang dicontohkan diatas, dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan bermotor di berbagai dealer.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.