Pengertian Lump Sum – Pada sistem pembayaran yang sering digunakan dalam dunia keuangan seperti contohnya dunia asuransi, investasi, akuntansi, jual beli maupun lelang.

Maka akan Anda ketahui tentang sebuah istilah yakni Lump Sum. Istilah Lump Sum ini juga sering digunakan dalam berbagai bidang.

Seperti halnya dalam kontrak proyek pembangunan, jual beli atau pelelangan suatu barang bahkan juga dikenal dalam pemberian uang dinas bagi karyawan yang ditugaskan untuk melakukan sebuah perjalanan dinas dari tempat kerja.

Pengertian / Definisi Lump Sum

Meskipun kerap dipakai dalam bidang berbeda-beda tetapi istilah Lump Sum ini tetap dimaksudkan dengan penggunaan yang sama yaitu pembayaran terhadap beberapa hal yang diperlukan secara sekaligus atau sekali saja.

Arti dari kata Lump Sum menurut beberapa pengertian yang pertama:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah uang yang dibayarkan sekaligus untuk semua biaya (transport, uang makan, dan sebagainya).

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK):

Lump Sum adalah jumlah uang yang dibayarkan sekaligus, tidak dengan diangsur.

Oleh karena itu disimpulkan bahwa Lump Sum merupakan kebalikan dari cara pembayaran yang dilakukan dari waktu ke waktu atau lebih dikenal dengan istilah mengangsur.

Berikut adalah penjelasan dari istilah Lump Sum dalam beberapa bidang:

1. Istilah Lump Sum Dalam Perjalanan Dinas

Seorang karyawan yang melakukan perjalanan dinas sebagai bagian dari pekerjaannya diberikan biaya dengan cara Lump Sum. Artinya adalah karyawan tersebut diberikan sejumlah uang perjalanan dinas saat sebelum keberangkatan atau di awal perjalanan dinas.

Jumlah yang diberikan kepada karyawan tersebut mencakup keseluruhan pengeluaran biaya yang di butuhkan selama masa dinasnya.

2. Lump Sum Dalam Kontrak Proyek

Sebuah proyek yang menggunakan kontrak Lump Sum memiliki arti bahwa proyek tersebut mempunyai perjanjian awal atas suatu pekerjaan sebelum di mulai yang biasanya mencakup gambar konstruksi, rincian bahan material proyek, jadwal aktifitas pekerjaan yang dimuat dalam satu dokumen dan kemudian disetujui bersama.

Kontrak Lump Sum tersebut juga memuat dengan hal-hal berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan dengan harga dan total nilai kontrak yang telah disepakati. Serta juga dimuat metode pembayaran yang juga secara Lump Sum.

Artinya keseluruhan biaya yang dimuat dalam kontrak Lump Sum tidak diperbolehkan adanya pekerjaan tambahan atau bahkan kurang. Semua biaya dalam proyek tersebut harus sesuai dengan isi kontrak dan perjanjian awal.

3. Pembayaran Uang Pensiun Dengan Cara Lump Sum

Uang pensiun juga menjadi salah satu bidang yang menggunakan istilah Lump Sum ini. Karena untuk pembayaran uang pensiun diketahui ada dua cara. Cara pertama adalah dengan cara diangsur dan dibayarkan dalam setiap bulannya.

Serta ada dengan cara lainnya yaitu pembayaran dilakukan dengan sekali saja pembayaran namun dengan jumlah besar. Pembayaran tersebut yang di kenal dengan pembayaran Lump Sum ini.

4. Lump Sum Dalam Program Asuransi

Apabila Anda mengikuti sebuah program asuransi maka Anda akan membayar premi setiap bulannya. Pihak asuransi pun akan membayarkan sejumlah uang dalam sekali bayar dengan jumlah sekaligus saat Anda mengklaim asuransi tersebut. Hal itu juga disebut dengan Lump Sum.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.