Di era digital seperti sekarang ini, hampir semua bisa diselesaikan dengan cara digital. Kebutuhan terhadap internet ini sudah bisa dikatakan sebagai ketergantungan.

Pada dasarnya, setiap penemuan dan pembaharuan teknologi ditujukan untuk mempermudah suatu urusan, termasuk dengan adanya mail server. Sebenarnya, apa itu dan bagaimana cara kerjanya?

Pengertian Mail Server

Mail Server adalah sebuah server atau layanan internet berbasis cloud computing yang digunakan untuk mengirim atau menerima email dalam satu jaringan server main yang sama.

Ia dapat mengumpulkan, mengolah dan mengirim data serta informasi dalam bentuk email atau surat elektronik dengan menggunakan domain email khusus.

Biasanya menggunakan dasar layanan client server di mana client dapat mengakses server email melalui aplikasi tertentu. Saat ini, ada tiga protokol utama yang digunakan dalam mengirim email melalui mail server ini.

Protokol tersebut adalah SMTP, POP3 dan IMAP SMTP. SMTP sendiri lebih banyak digunakan untuk menampung data serta mengirimkan email ke email lain.

Sedangkan untuk protokol PoP3 dan protokol IMAP lebih banyak digunakan untuk memudahkan pengguna dalam membaca dan mengakses email secara remote.

Ada beberapa komponen yang digunakan untuk menjalankannya. Komponen itu terdiri dari MUA atau mail user agent yang memiliki beberapa program utama terkait dengan proses membaca email.

Bisa dibilang, ia bertugas untuk membaca email, menerima serta perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan. Selain itu, komponen lainnya adalah MTA atau mail transport agent yang bertugas mengurus bagian program pengiriman email.

MTA secara umum memiliki fungsi yaitu menerima dan memproses email yang masuk melalui berbagai macam jaringan.

Selain itu, juga berguna untuk menentukan alamat tujuan sebagai bahan pertimbangan bagaimana cara mengirimkan email tersebut. MTA juga berguna untuk menggunakan daftar distribusi untuk mengirimkan salinan pesan.

Terakhir ada MDA yang merupakan bagian program yang bertugas sebagai agen pengiriman pesan email. 

Cara Kerja Mail Server

Untuk cara kerjanya, sebenarnya cukup bervariasi tergantung dari program dan aplikasi yang digunakan. Proses pengiriman ini dapat dianalogikan sebagai Sender – User Agent – waiting list email – MTA- user mailbox – user agent dan terakhir adalah receiver. Secara sederhananya, bisa dijelaskan sebagai berikut!

Email dikirimkan oleh pengirim dan dikumpulkan dan disimpan menjadi satu file dalam database server mail. Pengelompokan ini dilakukan atas dasar tujuan email tersebut.

Ketika receiver membaca email dari pengirim, maka penerima tersebut telah mengakses server mail dan membaca pesan yang tersimpan dalam database email tersebut.

Apa Manfaatnya?

Ada cukup banyak manfaat yang bisa didapat dengan adanya mail server. Salah satunya adalah bisa menghemat bandwith. Sebab, ia hanya digunakan oleh internal saja. Semakin sedikit penggunanya, maka bandwidth yang diperlukan juga akan semakin sedikit. Selain itu, ia juga lebih cepat dan efisien. 

Sebab, dengan ini sangat minim risiko yang bisa terjadi semisal email yang tak terkirim karena berbagai faktor dan alasan. Baik itu karena pengaruh server ataupun karena program dan aplikasinya.

Selain itu, Anda juga bisa mudah mengatur account dan konfigurasi email. Akun email juga lebih mudah dalam pengoperasian, pengaturan dan pemeliharaannya.

Nah, itulah yang dimaksud dengan mail server dan bagaimana cara kerjanya. Ada banyak sekali manfaat dari ini. Selain yang sudah disebutkan di atas, mail server juga berguna agar Anda bisa menangani sendiri berbagai hal yang bisa terjadi di luar dugaan. Selain itu, ia juga lebih menjaga privasi dan lebih aman dalam penggunaannya.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.