Meskipun masih berumur cukup muda, kaum milenial juga sebaiknya mulai berinvestasi demi masa depannya. Untuk itu kaum milenial sebaiknya harus memahami instrumen investasi yang akan dipilih, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Seorang investor harus mengenali resiko dari investasi yang dilakukannya, yaitu dengan melihat indikator tentang seberapa besar resiko investasi pada instrumen tersebut.

Ketidaktahuan seseorang tentang instrumen investasi seringkali menjadi salah satu alasan untuk menunda memulai investasi. Banyak orang memiliki banyak uang tetapi ia tidak mengetahui cara untuk berinvestasi, yang mengakibatkan uangnya hanya disimpan di dalam bank.

Tentunya menyimpan uang dalam bank ini dinilai kurang begitu baik, karena ada pilihan lain yang bisa dilakukan untuk mengembangkan uang Anda .

Instrumen Investasi Untuk Kaum Milenial

Berikut ini adalah beberapa instrumen investasi yang bisa dicoba untuk kaum milenial, agar bisa mengembangkan uang miliknya. Setiap instrumen investasi memiliki keuntungan dan resiko tersendiri, oleh sebab itu kamu wajib memahami tentang profil risiko instrumen investasi pilihanmu.

1. Deposito

Deposito merupakan produk menyimpan uang di bank dengan bunga relatif lebih besar dibandingkan tabungan biasa. Ketika Anda menabung uang di deposito, maka uang tersebut tidak bisa dicairkan dalam kondisi mendadak.

Anda akan mendapatkan penalti serta bunga yang dijanjikan akan hangus apabila mencairkan deposito Anda lebih cepat dari perjanjian.

Deposito merupakan instrumen investasi yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak pengetahuan. Asalkan kita cermat dalam memilih bank tempat menyimpan uang, maka uang akan aman tersimpan. Memang banyak juga orang yang kepincut dengan bunga tinggi dan memilih bank kurang terkenal.

Akibatnya bisa saja menjadi fatal, dimana bank tempat menyimpan deposito ini ternyata akhirnya pailit. Tentunya uang Anda akhirnya justru akan hilang apabila bank pilihan Anda mengalami pailit, apalagi jika bank tersebut tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maka dari itu, apabila Anda ingin menyimpan uang dalam bentuk deposito maka pilihlah bank yang memiliki nama cukup besar. Selain itu, bank tersebut wajib terdaftar sebagai anggota Lembaga Penjamin Simpanan.

Dengan begitu, apabila bank tersebut mengalami masalah maka uang Anda tetap aman dijamin oleh LPS. Memang biasanya bunga yang ditawarkan Bank besar ini tidak terlalu tinggi, tetapi keamanan tentunya lebih penting bukan?

Salah satu kekurangan dari investasi di deposito adalah haram hukumnya bagi umat islam. Mengharapkan uang dari bunga bank dianggap merupakan riba dan termasuk ke dalam dosa besar bagi kaum muslimin.

Oleh sebab itu, instrumen investasi ini dinilai tidak cocok bagi milenal yang beragama islam. Bagaimanapun juga sebagai muslim yang baik tentunya harus menghindari berbuat dosa besar.

2. Properti

Properti bisa dijadikan instrumen investasi bagi kaum milenial yang memikirkan jangka panjang. Pertumbuhan nilai properti tergolong cukup bagus, mengingat kebutuhan akan tempat di Indonesia semakin hari semakin tinggi.

Apalagi jika di sekitarnya kemudian dibangun jalan raya, mall ataupun fasilitas lainnya yang akan membuat harga properti menjadi naik drastis.

Misalnya saja ketika membeli bangunan harganya 100 juta rupiah, kemudian ada stasiun LRT yang berdiri tidak jauh dari sana. Otomatis harga bangunan yang dibeli itu melonjak drastis, bisa jadi naik hingga 150 juta rupiah akibat adanya stasiun LRT ini.

Akan tetapi properti tidak mudah untuk dicairkan, misalnya ketika kita butuh dana mendadak. Selain itu dana untuk membeli properti tergolong besar, minimal kita harus membayar DP sekitar 20-30 persen dari harga jualnya.

Selain itu, properti juga membutuhkan biaya pemeliharaan karena bangunan yang tidak dipelihara lama-kelamaan akan rusak. Jika Anda ingin berinvestasi di properti, Anda perlu memiliki pengetahuan tentang investasi pada bentuk ini.

Anda perlu mengetahui tentang lokasi mana yang cepat naik nilai jualnya, misalnya karena pengaruh akses lokasi ataupun adanya fasilitas di sekitarnya.

Investasi ini sangat cocok bagi Anda yang punya dana berlebih. Anggap saja properti sebagai investasi jangka panjangmu, misalnya membeli rumah sekarang nantinya berharap untuk dijual membiayai kebutuhan kuliah anak.

Berinvestasi di properti juga termasuk sangat aman, dimana sangat jarang terjadi harga properti di suatu wilayah mengalami penurunan.

3. Emas

Instrumen investasi terbaik untuk kaum milenial selanjutnya adalah emas. Ia merupakan instrumen investasi yang bersifat liquid dan mudah untuk dicairkan. Hanya saja pertumbuhan nilai emas bersifat lambat, Anda setidaknya perlu memiliki pengetahuan kapan harganya akan naik ataupun turun untuk memaksimalkan investasi pada emas.

Kekurangan berinvestasi di emas adalah harga jual dan beli memiliki selisih cukup jauh. Oleh karena itu, apabila kamu menjual emas yang kamu beli dalam waktu dekat maka kamu akan mengalami kerugian.

Jika Anda membutuhkan instrumen investasi jangka pendek yang bisa dicairkan kapanpun tanpa membuatmu rugi, maka emas bukanlah pilihan tepat.

4. Pasar Modal

Ada beberapa pilihan jika Anda ingin berinvestasi di pasar modal, yaitu saham,obligasi dan reksadana. Saham memiliki potensi kenaikan harga yang tinggi, tetapi fluktuasinya juga tinggi sehingga bisa saja turun.

Anda perlu memiliki pengetahuan dan waktu untuk memantau pergerakan harga saham di bursa efek. Pengetahuan dasar tentang pasar dan kondisi ekonomi sangat dibutuhkan untuk bisa sukses berinvestasi di saham.

Berbeda dengan saham, fluktuasi obligasi cenderung sedang dengan kenaikan harga yang tidak sebesar saham. Untuk bisa berinvestasi di obligasi juga membutuhkan uang dalam jumlah besar.

Bagi Anda yang memiliki dana terbatas, berinvestasi pada reksadana merupakan pilihan tepat. Reksadana juga mudah dicairkan, bebas pajak dan diawasi oleh OJK sehingga relatif aman. Hanya hasil imbal baliknya tidak terlalu besar, berbeda dengan kedua instrumen investasi pasar modal lainnya.

Itulah beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih oleh para milenal. Setiap instrumen investasi memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri, oleh karena itu kamu harus memperhatikan dengan baik sehingga investasi Anda bisa menghasilkan keuntungan.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.