Saat pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak orang yang pendapatannya berkurang dari biasanya. Entah itu pedagang, pengusaha ataupun karyawan, semuanya terkena dampak akibat kemerosotan ekonomi yang terjadi di seluruh dunia.

Tentunya kita harus mampu kelola keuangan kita selama pandemi Covid-19 ini dengan benar, agar bisa tetap survive melewati cobaan ini.

Menurut Badan Pusat Statistik, upah pekerja selama tahun 2020 ini mengalami penurunan sebesar 5,18 persen dibandingkan tahun 2019. Jumlah pengangguran di Indonesia pun meningkat, mencapai 9,77 juta orang.

Jumlah tersebut naik sebanyak 2,67 juta pengangguran dibandingkan pada tahun 2019. Bisa dibayangkan bahwa saat ini semua orang mengalami masalah keuangan, apalagi ketika orang tersebut memiliki banyak cicilan konsumtif. Wah pasti pusing tujuh keliling ya selama adanya pandemi Covid-19 ini.

Tips Kelola Keuangan

Apabila Anda termasuk orang yang pendapatannya berkurang selama pandemi Covid-19 ini, Anda tentu perlu mengatur kembali tentang keuangan yang Anda miliki. Jikalaupun tidak termasuk yang terdampak, sebaiknya Anda kembali membuat perencanaan keuangan ulang.

Bagaimanapun juga bukan rahasia lagi bahwa saat ini ekonomi Indonesia sedang tertekan. Para pekerja dan pengusaha yang ada memiliki resiko yang tinggi mengalami penurunan penghasilan hingga mengalami PHK.

Pada artikel ini saya akan berusaha memberikan tips kelola keuangan selama Pandemi Covid-19, khususnya bagi Anda yang mengalami penurunan penghasilan.

Baca juga:
4 Tips Mengembangkan Bisnis Selama Pandemi COVID-19

1. Jangan Sembarangan Mengurangi Pengeluaran

Karena pemasukan berkurang, tentunya menjadi wajar jika kita mencoba mengurangi pengeluaran kita. Terdapat pula kekhawatiran hilangnya pekerjaan karena terjadi masalah pada perusahaan tempat Anda bekerja. Inilah yang menyebabkan saat ini banyak orang berbondong-bondong untuk berhemat.

Walau begitu, Anda jangan sembarangan mengurangi pengeluaran Anda. Kurangi pengeluaran yang bersifat tersier, misalnya membeli barang-barang branded, barang-barang untuk hobi atau kebutuhan gaya hidup lainnya.

Jangan sampai justru saking berhematnya, kebutuhan primer Anda tidak terpenuhi dengan baik. Anda perlu memprioritaskan juga kewajiban Anda, seperti membayar hutang dan pajak.

2. Perhatikan Pengeluaran Bersifat Wajib dan Butuh

Pengeluaran bersifat wajib dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu membayar hutang, pajak dan kebutuhan pokok. Kita tidak mungkin melakukan pengurangan ketiga pengeluaran tersebut dengan alasan untuk berhemat.

Ketika kita menunda membayar utang atau pajak, kita akan mendapatkan denda yang tentunya akan semakin memperbanyak pengeluaran kita. Begitu juga dengan kebutuhan pokok seperti makan, membayar listrik, biaya sekolah dan lain sebagainya yang tidak mungkin kita kurangi.

Bila pembayaran kredit dirasa sangat berat, Anda bisa mencoba restrukturisasi kepada kreditor Anda agar cicilan menjadi lebih rendah. Saat ini beberapa bank bersedia melakukan restrukturisasi kepada para debiturnya, walaupun prosesnya juga tidak mudah.

3. Bila Ada Uang Tunai, Lunasi Hutang Konsumtif

Seperti yang telah saya tuliskan diatas, cicilan hutang tentunya menjadi bagian dari pengeluaran wajib kita tiap bulannya.

Apabila Anda memiliki tabungan atau tas yang besarnya cukup banyak, lunasi saja hutang yang bersifat konsumtif seperti kartu kredit, pinjaman online jangka pendek, kredit kendaraan bermotor dan hutang konsumtif lainnya.

Hutang konsumtif adalah hutang yang hanya akan menggerus ase yang kita miliki. Hal itu dikarenakan barang yang kita beli nilainya akan semakin rendah tetapi kita juga perlu membayar bunga. Hal itu berbeda dengan kita berhutang untuk membeli aset atau untuk berbisnis.

4. Berhati-hati Terhadap Pembengkakan Pengeluaran

Bagi Anda yang saat ini lebih sering bekerja di rumah, tentunya ada biaya penghematan masalah transportasi serta makan siang diluar. Tetapi juga ada potensi mendapatkan pembengkakan biaya tagihan lainnya, seperti kuota internet, pulsa dan tagihan listrik.

Anda perlu waspada tentang pengeluaran tersebut, bisa jadi karena banyak menghabiskan waktu di rumah maka tagihan listrik Anda menjadi jauh lebih banyak dari biasanya. Sebaiknya perhitungkan pembengkakan pengeluaran ini di awal bulan untuk merencanakan keuangan Anda di bulan tersebut.

5. Tidak Disarankan Menyerahkan Polis Asuransi Untuk Berhemat

Perlindungan asuransi di masa pandemi ini justru dianggap penting untuk proteksi keuangan Anda. Jangan karena berhemat, Anda justru menyerah terhadap polis asuransi yang Anda miliki. Contohnya saja ketika Anda sakit pada masa pandemi ini, tentunya dengan adanya asuransi maka biaya pengobatan menjadi sangat terbantu.

Memang dengan berkurangnya pendapatan perbulan kita, premi asuransi mungkin menjadi terasa berat. Biasanya perusahaan asuransi memiliki program uang penurunan pertanggungan apabila nasabahnya merasa premi yang sekarang terlalu berat untuk Anda.

Anda juga bisa meminta melakukan cuti pembayaran premi dengan mendiskusikan dengan perusahaan asuransi Anda.

6. Tetap Jaga Dana Darurat

Sangat penting untuk menjaga arus kas Anda tetap sehat, dana darurat tetap perlu Anda sisakan dari pemasukan Anda. Anda harus berusaha agar hasil pengurangan antara pemasukan dan pengeluaran masih tersisa sekitar 10 persen dari pemasukan. Sisa 10 persen ini nantinya digunakan untuk menabung dana darurat.

Bagaimanapun juga kita tidak mengetahui kapan kita mendapatkan kejadian mendesak yang perlu uang dengan segera. Bisa saja kita tiba-tiba sakit atau kecelakaan, sehingga membutuhkan dana darurat secepatnya. Oleh sebab itu menyisakan dana darurat tetap perlu dilakukan walaupun kita mengalami penurunan pendapatan.

7. Kembali Berinvestasi Jika Dana Darurat Sudah Terpenuhi

Ketika alokasi dana darurat kita telah terpenuhi dan masih ada sisa pemasukan, Anda masih bisa melakukan investasi. Pada saat pandemi seperti saat ini, disarankan untuk berinvestasi jangka pendek.

Baca juga:
5 Tips Investasi Reksadana Bagi Pemula

Selain itu pahamilah resiko investasi yang Anda lakukan, mengingat situasi saat ini cukup beresiko dalam melakukan investasi.

Itulah beberapa tips kelola keuangan yang bisa Anda lakukan selama pandemi Covid-19. Aturlah keuangan sebaik mungkin agar bisa melewati ujian Covid-19 ini dengan baik.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.