Sebagai umat muslim tentunya sudah tak asing lagi dengan ucapan Assalamu’alaikum, karena ucapan salam tersebut telah melekat pada kehidupan umat muslim.

Sedangkan mengucapkan salam kepada sesama muslim adalah sunnah yang sangat baik. Salam tersebut juga telah diajarkan oleh Rasulullah saw untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari. Bagi yang mendengar salam tersebut juga wajib untuk menjawabnya. Berikut ulasan lengkap mengenai salam ini.

Arti dari Assalamu’alaikum dan Wa’alaikumussalam

Berdasarkan kitab dari Imam Nawawi yaitu Kitab Al-adzar, terdapat tiga salam yang dapat diucapkan sebagai kata salam atau doa dari seorang muslim untuk muslim lainnya.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pertama yaitu Assalamu’alaikum artinya semoga keselamatan diberikan kepadamu.

Kedua ialah Assalamu’alaikum Warahmatullah, artinya semoga Allah memberikan keselamatan dan rahmat-Nya kepadamu atau semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah kepadamu.

Terakhir ialah Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh yang artinya semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan kepadamu atau semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepadamu atau kalian.

Bagi seorang muslim yang mendengar muslim lainnya mengucapkan salam, maka wajib untuk menjawabnya dengan ucapan salam juga yaitu Wa’alaikum Salam. Jawaban itu juga memiliki arti yang bermakna semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah juga kepada kalian. Apabila diterjemahkan kata perkata, maka:

Assalamu’alaikum memiliki arti yaitu salam atau السلام yang berarti keselamatan. Kemudian ‘alaikum atau عليكم yang terdiri dari ‘ala (علي) artinya untuk atau atas, dan kum (كم) yang artinya kalian.
Warahmatullahi Wabarakatuh memiliki arti yaitu wa (و) berarti dan, rahmatullah (رحمة الله) yang berarti rahmat Allah, serta barakatuh (بركاته) berarti keberkahan-Nya.

Mengingat artinya yang sangat berarti seperti itu, maka tak heran jika banyak ulama yang menganjurkan untuk selalu mengucapkan salam ini ketika sedang bertegur sapa sesama muslim ataupun non muslim.

Sejarah Ucapan Salam Assalamu’alaikum

Salam ini merupakan sunnah Rasulullah yang dapat merekatkan ukhuwah atau persaudaraan sesama umat muslim di seluruh dunia.

Tak hanya untuk umat muslim saja, ternyata salam ini juga mampu mempersatukan dari semua agama. Ketika seseorang mengucapkan salam ini maka ia telah mendoakan kebaikan untuk orang lain yang diberikan salam tersebut dan doa itu akan kembali kepada dirinya.

Perintah menebar salam dan menjawabnya tersebut telah diperintahkan Allah swt dalam Q.S An-Nisa: 86 yang apabila diterjemahkan yaitu:

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).”

Dalam hal ini yang dimaksud dengan penghormatan ialah salam yang diucapkan oleh seorang muslim kepada sesama muslim lainnya. Melalui hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebutkan bahwa:

“Dahulu Allah menciptakan Adam as yang tingginya enam puluh hasta kemudian Allah berfirman, ‘Pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka para Malaikat dan dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan kepadamu dan juga salam penghormatan dari anak keturunanmu.’

Lalu Nabi Adam as mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum’ yang memiliki arti keselamatan atas kalian. Para malaikat pun menjawab, ‘Assalamu’alaika wa rahmatullah’ yang memiliki arti keselamatan dan rahmat Allah atasmu, para malaikat menambahkan ‘Warahmatullah’. Maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Nabi Adam dan manusia itu senantiasa bertambah kecil hingga sekarang.”

Hal tersebut pula telah dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim:

Kala itu Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalamualaikum”. Maka Rasulullah saw pun membalas dengan ucapan, “Waalaikum salam wa rahma”. Kemudian orang kedua datang dengan mengucapkan, “Assalamualaikum warahmatullah”.

Rasulullah saw pun membalas dengan, “Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh”. Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan, “Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuhu”. Lalu Rasulullah saw menjawabnya dengan, “Waalaika”.

Orang ketiga pun terperanjat dan bertanya kepada Rasulullah, namun tetap dengan rendah hati, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya.

Sedangkan aku memberi salam lengkap kepadamu, aku terkejut engkau membalasku dengan sangat singkat yaitu hanya dengan waalaikum.” Rasulullah saw menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik.

Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang dijabarkan Allah di dalam Al-Quran.” Dan tak ada yang tahu bahwa ternyata orang ketiga tersebut merupakan orang kafir.

Hukum Mengucapkan Salam

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa mengucapkan “Assalamualaikum” ini memiliki hukum sunnah. Yang dimaksud dengan sunnah ialah jika dilakukan mendapatkan pahala, namun jika tidak dilakukan tidak berdosa.

Meski memiliki hukum yang sunnah, tetapi bagi orang yang mendengar salam maka hukumnya wajib untuk menjawabnya. Oleh karena itu agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan salam sesama muslim.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abdullah bin Salam ra menjelaskan bahwa:

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah ketika orang orang sedang tertidur nyenyak, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.”

Hadits tersebut menyebutkan bahwa dengan menyebarkan salam sesama muslim, maka akan terjamin masuk surga dengan damai. Hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim juga menyebutkan bahwa:

Ada seorang laki laki yang bertanya kepada Nabi saw: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi saw menjawab: “Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.”

Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa keutamaan agama Islam ialah dengan mengucapkan salam kepada sesama manusia meskipun ia non-muslim. Tak cuma itu, terdapat pula hadits riwayat dari Abu Dawud:

“Apabila diantara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh benda seperti pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi).”

Dari hadits ini bisa disimpulkan bahwa untuk sesama muslim yang sedang betegur sapa atau bertemu dijalan hendaknya untuk saling mengucapkan salam.

Makna Ucapan Salam

Assalamualaikum memiliki arti kedamaian atau kesejahteraan, sementara dalam bahasa Ibrani yaitu shalum aleichem memiliki arti yang serupa yaitu kedamaian.

Tak hanya itu sebagian ahli juga mengatakan bahwa kalimat salam ini memiliki arti dan makna yang mengikat, yaitu seseorang sebagai pengucap salam berjanji tidak akan memusuhi atau melukai baik dalam perkataan maupun perbuatan kepada seseorang yang diberikan salam tersebut.

Mengucapkan salam memiliki makna yang sangat baik untuk sesama muslim, seperti bentuk saling mendoakan sesama muslim. Ketika Anda mengucapkan salam kepada sesama umat muslim, maka dapat diartikan bahwa Anda sedang mendoakan keselamatan dan rahmat Allah untuk muslim lainnya.

Begitupun sebaliknya, bagi muslim yang mendengar ucapan salam tersebut akan membalasnya dengan ucapan salam pula. Oleh karena itu umat muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengucap salam ketika sedang bertemu sesama muslim. Kemudian untuk yang mendengar, wajib hukumnya untuk membalas salam tersebut.

Makna lainnya ialah bentuk berserah dirinya seorang umat muslim kepada Allah swt yang Maha Kuasa, dan pemberi keselamatan atas segala hal yang terjadi di dunia dan di akhirat. Dengan mengucapkan salam juga memiliki makna untuk memperkuat hubungan dan tali silaturahmi antar sesama muslim.

Tak hanya itu, salam juga mampu memberikan rasa aman kepada sesama umat muslim. Ketika seseorang memberi ucapan salam, maka secara tidak langsung ia telah memberikan janji bahwa umat muslim tertentu akan perasaan aman dari segala perlakuan negatifnya.

Keutamaan Mengucap Salam

Dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra menceritakan:

Bahwa ada seseorang yang bertanya kapada Rasulullah saw, “Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik?”. Maka Rasulullah saw bersabda, “Yaitu kamu memberi makan kepada orang yang membutuhkan dan mengucapkan salam kepada orang Muslim yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal.”

Kemudian terdapat lagi dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman (dengan benar) dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai (karena Allah Azza wa Jalla). Maukah kalian aku tunjukkan suatu amal yang jika kalian kerjakan maka akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kamu.”

Pada hadits pertama menjelaskan bahwa amalan dalam agama Islam yang paling baik ialah mengucapkan salam kepada sesama muslim, baik itu sudah kenal maupun belum. Lebih dari itu, mengucapkan salam juga diperbolehkan kepada non-muslim.

Hal tersebut dengan tujuan agar sesama umat muslim maupun non-muslim saling menjaga dan mempererat tali silaturahmi. Sementara pada hadits kedua menjelaskan bahwa terdapat suatu amalan untuk saling mencintai karena Allah swt yang sangat mudah, yaitu dengan menyebarkan salam diantara umat beragama.

Cara satu ini memang telah terbukti di berbagai kalangan, dengan saling mendoakan satu sama lain melalui salam kita bisa berkenalan dan saling menyayangi sesama. Ada sebuah kisah menceritakan keutamaan mengucapkan salam, yakni:

Ada seorang laki laki datang kepada Nabi saw dan mengucapkan “Assalamualaikum?” Beliau membalas salam orang tersebut, kemudian orang itu duduk. Lalu Nabi Muhammad saw bersabda: “Sepuluh pahala.” Setelah itu ada orang lain yang datang menghampiri Nabi dan mengucapkan salam, “Assalamualaikum warahmatullah.”

Kemudian Rasulullah saw membalas salam dari orang tersebut, dan orang itu duduk. Maka Nabi Muhammad saw pun bersabda: “Dua puluh pahala.” Datang lagi orang lain dan mengucapkan salam kepada Rasulullah saw, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Beliau pun membalas salam orang tersebut lalu orang itu duduk. Nabi Muhammad saw bersabda lagi: “Tiga puluh pahala.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi).

Tata Cara Mengucapkan Salam

Cara yang benar dalam mengucap Assalamualaikum apabila berdasarkan pada tulisan arabnya, maka perhatikan huruf SS dan huruf ‘a (ain).

Huruf sin tersebut memiliki tasjid sehingga harus dibaca As Salam. Sementara pada huruf ‘a yang ada pada ucapan salam tersebut merupakan huruf ain, maka pembacaannya harus ‘alaikum bukan alaikum seperti membaca huruf alif.

Apabila ada seorang muslim yang mengucapkan salamnya salah, maka dapat berakibat fatal karena akan merubah makna arti dari ucapan salam tersebut. Yang paling penting, seseorang muslim dilarang mengucapkan salam dengan tidak serius seperti mikum, ikum, atau yang lainnya.

Karena hal tersebut membuat seorang muslim tak bisa merekatkan tali persaudaraan sesama muslim dengan merubah artinya yang sudah sangat jauh berbeda.

Sedangkan untuk pengucapan dalam menjawab salam tersebut atau ucapan Wa’alaikumussalam yang benar ialah jika berdasarkan tulisan arabnya, coba perhatikan huruf ‘a (ain) dan huruf sin yang memiliki tasjid.

Dengan begitu pengucapan yang sesuai ialah Wa’alaikumussalam. Sebenarnya ucapan menjawab salam ini hampir sama dengan ucapan memberikan salam.

Dikutip dari kitab Durrorul Bayan (pengarang dari KH. Bisri Mustofa Rembang) yang merupakan terjemahan dari kitab Syu’abul Iman, bahwa:

Cara mengucapkan salam yang benar ialah “Assalamualaikum”. Sementara kalimat salam yang paling lengkap adalah “Assalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barakatuh”. Setelah itu tak perlu ditambah kalimat lainnya, misalnya “Assalamualaikum wa Rohmatullohi Ta’ala wa Barakatuh.”

Sementara untuk menjawab ucapan salam yang benar ialah “Wa’alaikumussalam”, bukan “Wa’alaikum salam”. Hal tersebut ditunjukkan dengan huruf ‘mim’ yang ada pada kalimat ‘alaikum’ adalah dhommah, bukan sukun. Sehingga kalimat tersebut dibaca ‘alikumu’, dan jika disambung menjadi “wa’alaikumussalam”. Sementara kalimat jawaban salam yang paling lengkap ialah “Wa’alaikumussalam wa Rohmatullohi wa Barokatuh.”

Untuk memulai dan menjawab ucapan salam ternyata memiliki tata cara tertentu. Tata cara ini bersumber dari kitab Durrorul Bayan, yang pertama bila disapa dengan ucapan “Assalamu’alaikum”, maka yang mendengar boleh menjawab dengan “Wa’alaikumussalam, Wa’alaikumussalam wa Rohmatulloh, atau Wa’alaikumussalam wa Rohmatullohi wa Barokatuh”.

Kedua, bila seorang muslim disapa oleh muslim lainnya dengan mengucap salam, “Assalamu’alaikum wa Rohmatulloh”, maka yang mendengar salam tersebut boleh menjawabnya dengan ucapan, “Wa’alaikumussalam wa Rohmatulloh, atau Wa’alaikumusslam wa Rohmatullohi wa Barokatuh. Tidak diperbolehkan menjawabnya hanya dengan ucapan “Wa’alaikumussalam” saja.

Yang terakhir, apabila disapa dengan ucapan “Assalamu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuh”, maka yang mendengar salam tersebut harus menjawabnya dengan mengucap salam, “Wa’alaikumussalam wa Rohmatullohi wa Barokatuh”. Tidak diperbolehkan menjawabnya hanya dengan ucapan “Wa’alaikumussalam atau Wa’alaikumussalam wa Rohmatulloh” saja.

Dari ketiga ketentuan mengucapkan salam tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada intinya jawaban salam dari seorang muslim harus melebihi atau paling tidak sama dengan sapaan salam yang diucapkan oleh lawan bicaranya.

Hal tersebut bisa diselaraskan, mengingat ucapan salam sendiri merupakan sebuah doa yang dihanturkan oleh seorang muslim kepada sesamanya.

Cara Menjawab Salam Bagi Non-Muslim

Apabila ada orang non-muslim yang mengucapkan salam yaitu “Assalamu’alaikum” kepada salah satu umat muslim, maka jawaban yang benar ialah “Wa’alaikum”.

Hal tersebut berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu apabila seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan wa’alaikum.

“Ada seorang Yahudi melewati Rasulullah, lalu ia mengucapkan ‘As-saamu ‘alaik’ (celaka engkau).” Rasulullah lantas membalasnya dengan ucapan ‘wa ‘alaik’ (engkau yang celaka). Kemudian beliau bersabda, “Apakah kalian mengetahui bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’?”.

Sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya saja?” Rasulullah bersabda, “Jangan! Jika mereka mengucapkan salam pada kalian, maka ucapkanlah ‘wa’alaikum.”

Dengan mengucapkan salam kepada antar muslim, maka sama saja Anda mendoakan keselamatan dan kesejahteraan mereka. Tak hanya itu ucapan salam ini juga menjadi salah satu bentuk perdamaian dengan non-muslim.

Karena ternyata banyak juga orang non-muslim yang mengucapkan salam tersebut kepada orang muslim. Mengingat pentingnya salam ini, oleh karena itu sebagai umat muslim diwajibkan untuk selalu menyebarkannya.

Mohon maaf fitur komentar kami tutup sementara.